Moving to Yogyakarta

3 Comments

Setelah tertunda hampir setahun, per 1 Agustus 2012 keluargaku (Wisnu, Novi, Izza) resmi memiliki ‘sarang baru’ di Yogyakarta, bukan di kotanya, tapi di pinggirannya dimana setiap malamnya ketika matahari terbenam suara jangkrik terdengar riang. Seingatku di Bandung tidak pernah mendengar suara jangkrik, kalau pulang ke Tasikmalaya ada, tapi itupun kalau meleweati sawah.

Sebuah keputusan sulit sebenarnya, hampir sama ketika 4 tahun lalu tidak jadi bekerja di Singapura.

Kenapa ke Yogyakarta?
Ada beberapa alasan kenapa kami pindah ke Yogyakarta. Pertama adalah mewujudkan cita-cita istri yang ingin menjadi dosen, berhubung diterima di Universitas Islam Indonesia yang ada di Yogyakarta, ya berarti harus pinda ke Yogyakarta. Kedua supaya lokasinya ada di tengah-tengah kedua pasang orang tua kami. Orang tuaku tinggal di Probolinggo, sedangkan orang tua istriku tinggal di Tasikmalaya. Dengan kereta api, ke Probolinggo bisa ditempuh dalam waktu 8 jam, ke Tasikmalaya bisa ditempuh dengan 5 jam. Cukup adil dibandingkan sebelumnya ke Probolinggo butuh waktu lebih dari 14 jam. Ketiga karena bosan dengan kemacetan. Bandung saat ini tidak seperti 4 tahun lalu ketika aku datang ke sana. Lalu lintas sudah tidak ramah lagi. Selain itu sulit mencari rumah yang cukup nyaman dengan harga dan lokasi yang terjangkau, ada yang harganya terjangkau tapi lokasinya jauh (apalagi lalulintasnya tidak menyenangkan), ada yang dekat dan terjangkau tapi bukan SHM dan tidak nyaman, ada yang lokasinya enak, rumahnya enak, harganya yang belum bisa dijangkau.

Lalu banyak sekali kolega yang mempertanyakan keputusan ini. Terutama terkait dengan perusahaan yang dirintis bersama sahabat-sahabat 4 tahun lalu sedang melewati masa kritisnya, kenapa aku malah pergi? Well, aku tidak pergi kok hanya pindah kota šŸ™‚ Apalagi katanya di era teknologi informasi saat ini lokasi dan jarak sudah bukan masalah untuk bekerja, mungkin ini saatnya aku sebagai orang yang suka mempromosikan jargon itu membuktikan kebenarannya. Walaupun tidak di Bandung lagi, tapi kami akan berusaha untuk mempertahankan Javan bahkan membawa ke level yang lebih tinggi lagi.

Singkat cerita keputusan sudah diambil. Kami sekeluarga cukup puas dengan tempat tinggal yang baru ini, lingkungan yang nyaman, udara yang bersih, lalu lintas yang lancar serta kawan-kawan baru yang ramah. Ada sekitar 2 bulanan ini aku tidak terlalu produktif dalam bekerja, alhamdulillah rekan-rekanku di Javan mendukungku. Saatnya untuk menyelesaikan proses transisi mulai dari direktur utama Javan, beberapa ide bisnis yang belum sempat terealiasi padahal sudah belanja modal, proses transfer aktifitas kemasyarakatan, membangun lingkungan kerja yang baru serta plan untuk mewujudkan mimpi-mimpi baru yang dibuat ketika akan pindah ke Yogyakarta.

So buat rekan-rekan berkesempatan main-main ke Yogya, kalau sempat mampir-mampir dong ke gubug baru kami di sekitaran Jl Kaliurang Km 14 :).

Advertisements

Beda Cewek n Cowok?…

5 Comments

Pernah dapat sebuah cerita tentang beda cewek dan cowok dalam memilih pasangan:

Kalau cowok ada dua pilihan cewek, yang satuĀ  jelek tapi kaya sedangkan satunya cantik tapi miskin, si cowok bakal cenderung milih yang cantik tapi miskin

Kalau cewek ada dua pilihan cowok, yang satu tampan tapi miskin sedangkan satunya kaya tapi jelek, si cewek bakal cenderung milih yang kaya walaupun jelek

NB: Jelek di sini tidak buruk rupa amat-amat, maksudnya biasa aja

Masak sih? Tapi kayaknya kalau yang cowok emang bener hehehe :p

Ada Ubuntu di Bandung Comtech

12 Comments

Cuman masang iklan

Ada ubuntu clinic, tempat buat kalian yang butuh info dan bantuan mengenai ubuntu

banner-bc07-clinic.png

Ada FOSS for Kids, pengenalan FOSS kepada anak-anak

Ada pengenalan ubuntu

Dan lain-lain…

Huehue… warning-warning, ada serangan ubuntu ke Bandung, lebih brutal dari genk motor hahaha….

ILC 2007

5 Comments

Cuman pengen bantuin panitia yang berpesan pada blognya untuk menaruh banner ILC 2007 di blog.

ILC 2007

Yup semoga conference tersebutĀ  bisa membawa hasil yang positif bagi OSS di Indonesia (ga mau nyebut linux, walaupun judulnya linux karena menurutku OSS lebih berguna daripada linux, khan linux cuman bawahnya doang, yang dipake orang khan aplikasinya).

What am I doing?

Leave a comment

Entah beberapa hari ini apa saja yang aku lakukan, tidak ada yang terlalu penting untuk dilakukan tapi tetap saja ga tau kenapa melakukan

  • GRP (Gutsy Release Party), ‘pesta’ merayakan launching ubuntu 7.10 3 November 2007, bantu-bantu panitia Bandung. Untuk apa? Semoga orang semakin tahu akan Ubuntu, akan Linux, akan OSS, akan legalitas, akan penghargaan hasil karya orang lain, akan termotivasi untuk berpartisipasi, termotivasi untuk belajar, termotivasi untuk berkarya, termotivasi untuk bermanfaat bagi orang lain.
  • Bandung Comtech, pameran komputer 14-18 Novembr 2007 di Bee Mall Bandung, entah kenapa menerima tawaran ini. Menjadi penanggung jawab kelangsungan pameran? Percuma kalau nanti toh masyarakat Bandung tetap ga tau OSS, ga tau kenapa harus pake OSS, kenapa pake komputer? Kalo tetap menggunakan komputer untuk main game, kalo tetap tidak dapat tambahan ilmu, kalau tetap para pejuang OSS jadi superhero.
  • Sun Student Ambassador, lihat infonya lebih detail daripada yang di milis di http://www.sun.com/corp_emp/zone/campus_ambassador.html. Wew, nambah kerjaan, dan tawarannya hanya untuk sang ambassador. Percuma kalau orang lain tetap saja ga tau apa itu teknologi OSS, kalau tetap orang lain tidak merasakan manfaatnya, untuk apa kaloĀ  cuman pengen jadi musuh http://www.netindonesia.net/StudentDeveloper/SA/default.aspx.
  • IGOS Center Bandung, pusat layanan OSS di Bandung, untuk apa jika masyarakat tetap ga peduli apa itu OSS dan apa manfaatnya buat dirinya dan bangsa ini.
  • Kuliah, untuk apa jika aku tetap tidak mendapatkan persiapan masa depan yang lebih baik

Entah… aku harus menemukannya, aku harus tahu kenapa aku melakukannya.. kenapa kenapa kenapa?

Ingin kembali menjadi anak kecil itu, yang bebas bertanya dan mendapat jawaban, walaupun sekedar jawaban bodoh yang menipu…

Maafkan Aku ya…

1 Comment

2 hari lagi mo masuk bulan ramadhan nih…

Maafkan aku jika pernah berbuat salah ma temen-temen ya…

Semoga ramadhan ini menjadi ramadhan yang lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya…

Ingin menjadikan ramadhan ini menjadi bulan kemenangan sepertiĀ  zaman para sahabat nabi yang meraih banyak kesuksesan di bulan ramadhan…

Zero Margin Bomb…

3 Comments

Aku tahu istilah zero margin ini dari salah seorang guruku. Dia bercerita tentang salah satu strategi bisnis yaitu zero margin, dimana perusahaan tidak berupaya mengambil untung, hanya agar biaya operasional tertutupi, simple. Jadi misalkan dalam satu bulan perusahaan membutuhkan dana 100 juta untuk menggaji karyawan, maintenance infrastruktur dan lain-lain, maka 100 juta pulalah target pemasukan perusahaan untuk satu bulan. Berbeda dari strategi perusahaan pada umumnya yang mencari keuntungan sebesar-besarnya.

Kemudian apa untungnya? Jika dilihat dari satu perusahaan saja, tentu strategi ini tidak menguntungkan karena perusahaan tidak berkembang. Namun strategi ini akan sangat menguntungkan jika dilihat dari sebuah jaringan perusahaan yang saling mendukung, sehingga satu perusahaan dikorbankan demi keuntungan super besar dari perusahaan lainnya. Dengan strategi zero margin ini, harga jual produk ke konsumen menjadi sangat murah. Yang pasti pesaing di bidang yang sama, yang tidak memiliki jaringan akan kelabakan. Dengan harga yang sangat murah tentu mengacaukan harga pasar. Jika pada normalnya harga suatu produk adalah 350 kemudian datang perusahaan dengan strategi zero margin yang menjual produk yang sama dengan harga 100 membuat konsumen beralih ke produk yang lebih murah, prinsip konsumen mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan kerugian sekecil-kecilnya. Untuk pesaing yang sudah mempunyai image kuat di mata konsumen mungkin tidak terlalu terpengaruh, tetapi yang tidak akan kelabakan sehingga mau tidak mau juga menurunkan harga. Tentu saja resiko kebankrutan membayangi.

Dengan harga yang murah, konsumen akan suka. Artinya dalam suatu waktu i tertentu akan tercipta suatu pasar fanatik terhadap produk murah. Jikalau produk yang dijual adalah produk yang penting bagi konsumen, butuh waktu cukup lama untuk beralih, sehingga jika suatu saat perusahaan zero margin dengan tiba-tiba menaikkan harga dengan tiba-tiba, maka konsumen mau tidak mau akan membayar, karena tiba-tiba. Sehingga suatu saat jika perusahaan zero margin butuh dana, cukup dengan menaikkan harga tiba-tiba, kemudian jika dana yang dibutuhkan sudah terkumpul, harga produk dikembalikan ke harga semula, ke harga yang sangat murah, yang penting bisa menutupi kebutuhan operasional perusahaan.

Inilah mungkin suatu fenomena zero margin bomb. Suatu strategi yang sebenarnya bisa menjadi bomb waktu, apalagi di negara yang seperti kaca yang mudah pecah Indonesia. Jika jaringan perusahaan itu milik negara atau orang dalam mungkin bukan merupakan suatu bahaya, namun jika itu adalah perusahaan negara asing? dengan tujuan tidak mulia di dalamnya?

Dalam diskusi itu diambil contoh salah satu produk yang sedang marak di negara ini. Ada suatu produk yang sangat murah, yang jika dilihat dari satu perusahaan sebagaimana saya sebut di atas adalah strategi bodoh, mana mungkin mendapatkan keuntungan dengan harga semurah itu. Namun, efeknya sudah mulai terasa dimana perusahaan lain yang bergerak di bidang yang sama akhirnya juga terpaksa menurunkan harga produknya dengan harapan tetap bisa bersaing. Contoh misalkan sebuah perusahaan dibiayai oleh perusahaan kasino, yang membuat pasar di Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi kasino. Jika suatu saat kasino butuh dana, tinggal hidupkan bomb zero margin, bommbbb… Setalah ekonomi stabil, kembalikan fungsi perusahaan sebagai stabilizator alias dana cadangan.

Hem… untuk mengatasi bomb ini, tampaknya hanya pemerintah deh yang harus ikutan, kalo ga…. bbbooommmbbb….

Ini merupakan salah satu akibat juga kenapa sektor vital, yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh bangsa asing. Bukannya di undang-undang yang aku hafal dulu di masa sekolah dasar dan menengah pertama bilang untuk sektor yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai oleh negara, bukan swasta, bukan perorangan apalagi negara lain. Mungkin zaman dahulu yang dimaksud hajat hidup orang banyak yang dicontohkan dalam undang-undang hanyalah air, udara, bahan tambang. Tetapi di zaman sekarang? Internet, telekomunikasi, software, dll juga menguasai hajat hidup orang banyak loh. Berapa banyak sms, email, percakapan via telfon dilakukan dalam sehari oleh masyarakat indonesia? sangat banyak dan beberapa di antaranya rahasia, sehingga jika sampai bocor… hem… bboommbbb…

Older Entries