Business = Busy + Ness

Leave a comment

Saya (mengaku sebagai) seorang pemilik sebuah bisnis. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi informasi yang didirikan 4 tahun lalu dengan 2 orang rekan saya. Kami telah mengalami masa-masa prihatin ketika memulai, masa-masa penuh dengan passion ketika berkembang, masa-masa bahagia ketika membagikan keuntungan, masa-masa menegangkan ketika ada perbedaan pendapat. Hal yang natural dan alamiah yang dialami sebagian besar pebisnis.

Ketika mengikuti sebuah pelatihan bisnis dari ActionCoach pada tahun 2010, ada konsep yang sekarang saya rasakan sangat benar. Sebuah bisnis dibangun untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh pemiliknya. Sebuah bisnis dibangun bukan untuk memperbudak tuannya. Ketika sebuah bisnis semakin berkembang, pemilik harus mengevaluasi bagaimana perkembangan bisnisnya dengan tujuan yang dulu dia tanamkan ketika membangun sebuah bisnis: selaras, ada sedikit penyimpangan atau penyimpangan yang sangat besar ? Ketika bisnis yang dibangun selaras dengan tujuan awal, tentu tidak ada masalah. Namun ketika ada penyimpangan, akan timbul hal-hal yang tidak disukai. Contoh penyimpangan ini adalah dulu membangun bisnis supaya memiliki kebebasan waktu dan lokasi kerja. Ketika bisnis ini semakin berkembang jangankan kebebasan waktu, untuk tidur dan bermain bersama keluargapun harus dijual atas nama keberlangsungan dan perkembangan bisnis.

Konsep yang sederhana bahwa Business terdiri dari dua kata Busy + Ness. Semakin bisnis berkembang, semakin tidak sibuk si pemilik bisnis. Maksudnya dari tidak sibuk ini adalah bagaimana perusahaan / bisnis bisa berjalan auto pilot. Semua sudah ada sistemnya. Bagaimana mendapatkan klien baru, bagaimana mendeliver produk/jasa, bagaimana proses pembentukan dan mempertahankan tim. Seorang pemilik bisnis harusnya ON BUSINESS bukan pada IN BUSINESS. Menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengembangkan bisnis bukan pada operasional bisnis itu sendiri.

Advertisements

Opening 2012 : Lesson Learned From Battlefield

Leave a comment

Minggu pertama tahun 2012, saya mendapat giliran untuk presentasi di depan rekan-rekan kantor yang lain. Di kantor saya, ada sebuah kebiasaan setiap dua minggu sekali, semua orang bergiliran melakukan presentasi tentang apa saja, kadang IT, design, kadang curhat dan sebagainya. Ketika saya mendapatkan giliran, cukup bingung juga mau berbicara tentang apa, mengingat posisi sebagai CEO tentu harus bisa membawakan materi yang memotivasi tim untuk memasuki tahun baru 2012.

Kebetulan ada seseorang yang saya follow di twitter memberikan link sebuah presentasi yang menarik di slideshare. Berikut presentasinya.

More

Kilas Balik 2011 : Pengalaman di Negeri Jiran

2 Comments

Tahun 2011 kemarin, aku sering pergi ke Kuala Lumpur Malaysia karena ada proyek yang dikerjakan. Hampir setiap bulan sekali pergi ke sana, kadang sendiri, kadang ada rekan di Javan IT Services yang menemani.

Apa yang kurasakan setiap kali datang ke Kuala Lumpur adalah banyak kagumnya, bagaimana negara kecil ini, berpenduduk sepersepuluh dari Indonesia dengan kekayaan alam lebih kecil serta teringat bagaimana beberapa WNI menyebut mereka malingsia, bisa membangun negaranya dengan sangat-sangat baik. Transportasi umum yang tertata rapi, program mobil nasional, budaya antri, tertib dan bersih serta bagaimana program-program pemerintah untuk mendukung tumbuhnya industri khususnya industri kreatif (IT dan Multimedia). Tahun 2011 mungkin menjadi saksi bagaimana film Ipin dan Upin menjadi tontonan wajib generasi muda Indonesia.

Transportasi umum di Kuala Lumpur sangat baik. Dimulai dengan transportasi terpadu dari bandara yang akan membawa ke KL Sentral. Dari bandara, ada banyak pilihan kendaraan umum, baik bis dan kereta api. Tidak perlu menunggu lama untuk berangkat ke KL Sentral. Di KL Sentral ada banyak sekali kendaraan umum yang siap membawa ke berbagai penjuru Kuala Lumpur mulai dari LRT, komuter, bis, taksi, dan sebagainya. Proses pembelian tiket juga canggih yaitu dengan menggunakan mesin. Minuman juga dijual dengan vending mesin dan semuanya terawat. Berbeda sekali dengan kondisi mesin umum di Indonesia yang umumnya tidak akan bertahan lama karena dijahili tangan-tangan tidak bertanggung jawab.

Beli TIket di Mesin

Cerita berikutnya adalah tentang mobil nasional. Hampir sepanjang mata memandang, sebagian besar mobil yang digunakan rakyat Malaysia adalah mobil produksi dalam negeri, kalau bukan proton ya perodua. Kualitasnya sangat bagus, harganya sangat terjangkau bagi kantong rakyat Malaysia, pernah melihat iklan mobil perodua dimana cicilannya seharga cicilan motor bebek di Indonesia. Itu mungkin salah sebab kenapa hampir semua keluarga punya mobil di sini. Walaupun hampir semua orang punya mobil, hal itu tidak membuat jalanan menjadi macet. Pintu tol dibuat otomatis, sehingga proses pembayaran sangat cepat, ada tiga pilihan untuk membayar tol : bisa tunai, pakai smartcard (ditempel kartunya ke suatu alat kemudian saldonya berkurang), ada juga smart tag (ada suatu alat, ketika mau lewat pintunya cukup diarahkan maka saldo akan berkurang). Berbeda dengan Indonesia dimana pintu tol hampir terjadi antrian panjang kecuali di pintu tol yang sepi.

Hal berikutnya adalah tentang dukungan pemerintah terhadap tumbuhnya industri kreatif. Dimulai dengan cerita dari partner di malaysia yang bilang kalau tender di sini ketika harganya 100 maka vendor akan mendapatkan 100, tidak kurang. Berbeda dengan di Indonesia… you know what… Cerita berikutnya tentang pembuatan film animasi dimana banyak sekali hibah untuk membiayai produksi. Hal ini membuat pengembang menjadi bersemangat karena produknya ada yang membeli. Berbeda dengan di Indonesia ketika bilang kalau ongkos produksi membuat sebuah film animasi berdurasi 30 menit adalah 80 juta, salah seorang menteri menimpali dengan “ongkos produksi segitu mahal sekali, bisa ga 5 jutaan?”.

Ada banyak sekali inovasi-inovasi yang dilakukan oleh negara tetangga, sedangkan negaraku masih sibuk dengan cerita sejarah. Kita hidup di masa sekarang, masa lalu adalah pelajaran bagi kita untuk semakin maju ke depannya, bukan untuk duduk manis, lalu tertidur pulas sambil bermimpi indah. Kerja keras dibutuhkan dengan tujuan untuk mensejerahterakan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi. Ada iklan di TV nasional Malaysia dimana menampilkan para atlitnya seperti Safee Ali, Lee Chong Wei, dan sebagainya yang bilang kalau mereka menang untuk kebanggan rakyat Malaysia.

Pesan moralnya adalah saatnya belajar, bekerja, berkarya untuk masyarakat di sekitar. Jangan cuman diam dan bangga dengan sejarah.

Kilas Balik 2011 : Perjalanan Mengembangkan Ngomik.com

5 Comments

Selama tahun 2011 ini ngomik.com, sebuah produk yang perusahaanku ciptakan yang idenya pengen menjadi penerbit digital dari karya-karya anak bangsa yang hebat-hebat di bidang komik, mendapatkan banyak sekali apresiasi. Ada banyak kompetisi yang memang lagi hype juga di tahun ini seperti iMulai, BubuAwards, dan SparxUp. Selain itu juga ikutan kompetisi lain seperti INAICTA tapi kali ini ngomik.com belum lolos. Sangat bangga melihat sebuah karya yang diciptakan dengan ide yang sederhana, adanya produk lain yang mirip, bug di sana sini namun bisa mendapatkan perhatian dan apresiasi dari banyak orang.

Selain lomba dan kompetisi, ngomik.com di tahun ini ketiban rezeki berupa adanya sponsor yang mau menanggung membantu pembiayaan hosting ngomik.com. Sungguh membantu mengingat saat ini ngomik.com belum menghasilkan uang yang banyak. Ngomik.com juga mendapatkan bantuan dari kawan lama yang menyediakan mekanisme pembelian komik premium dengan menggunakan pulsa. Aku jadi tahu ada banyak potensi yang bisa dikembangkan dari mekanisme mobile billing ini. Walau akhirnya di tahun ini ada hambatan berupa adanya kasus pencurian pulsa yang mengakibatkan semua mobile billing sempat dihentikan. Respon dari pasar ngomik.com awalnya sangat hangat dengan metode ini, namun dengan adanya kasus tersebut sempat membuatku takut mereka tidak percaya dan takut ngomik.com juga akan mencuri pulsa mereka.

Di tahun ini, aku juga akhirnya sempat ngobrol-ngobrol dengan investor. Dengan membawa konsep ngomik.com ini, akhirnya aku bisa memahami sedikit pola pikir investor (aku ingin jadi investor). Bagaimana investor berani untuk mengambil resiko mewujudkan suatu bisnis yang masih kecil hingga akhirnya bisa mendapatkan banyak uang kalau bisnis itu sukses, sungguh cemerlang. Namun hingga tutup tahun 2011, akhirnya aku masih belum mendapatkan investor, ada yang sudah sampai ke tahap berapa banyak uang yang mau dia investasikan namun tidak jadi.

Pelajaran yang aku dapat dari ngomik.com di tahun 2011 ini adalah sungguh menyenangkan menciptakan sesuatu yang bisa menyelesaikan masalah. Ngomik.com mencoba menyelesaikan masalah komikus yang kesulitan menerbitkan karyanya. Dengan menciptakan solusi ini aku bisa bertemu banyak orang, mulai dari juri kompetisi, teman-teman yang sama-sama entrepreneur, penerbit, komikus, orang yang ingin jadi komikus, hingga investor. Masing-masing memberu i cerita sendiri. Mulai dari cerita tentang produk sejenis yang dulu pernah ada namun gagal menghasilkan uang, cerita tentang bagaimana setelah rajin menerbitkan karya di ngomik.com akhirnya penerbit mengontak dia untuk menerbitkan karyanya dalam bentuk buku, hingga investor yang percaya bahwa produk ini memiliki prospek yang bagus ke depannya.

Makan di bawah Jembatan

2 Comments

Beberapa waktu ini, aku dan istriku lagi menyukai tempat makan baru, yaitu di bawah jembatan pasopati Bandung. Sudah bertahun-tahun jembatan dan warung makan itu ada, namun dalam jangka waktu sebulan ini kami baru berani berkesempatan mencobanya. Tempat makan yang pastinya dianggap tidak layak oleh sebagian besar orang. Tempat makan kaum yang tidak mampu masuk ke restoran-restoran mahal.

Letak warung itu seadanya, aku yang cukup tinggi postur badannya harus membungkuk ketika memasukinya. Tidak ada yang mewah dari tempat makan itu, atapnya adalah jembatan pasopati, 1 buah meja besar, dan 2 buah kursi panjang. Kebanyakan yang makan disana adalah para tukang becak, pengamen dan pengemis yang beroperasi di sekitar jembatan pasopati tamansari.

Menunya juga sederhana, ketika pagi hari (baru sempat mencoba makan pagi, makan siang dan malam belum pernah) tersedia ikan mas goreng, ayam goreng, telur dadar, gehu, tempe dan bala-bala. Yang spesial adalah secara default, porsi nasinya adalah super jumbo. Hal ini memang karena target pasarnya adalah kalangan yang mementingkan kenyang dibandingkan gizi.

Pagi ini kami berdua makan dengan menu nasi putih, ikan patin, telur dadar, gehu dan tempe masing-masing dua. Berapa coba harga yang harus kami bayar untuk porsi seperti itu? Hanya Rp 8.500. Kami berulang kali memastikan apakah semuanya sudah terhitung dan si penjual menjawab sudah. Sebuah harga yang sangat murah, hingga kami berdua bertanya-tanya berapa penghasilan yang didapat baik oleh penjualnya apalagi oleh pembelinya. Pasti sangat minim. Kami termasuk pembeli yang makan cukup banyak lauk, rata-rata yang makan disana hanya makan nasi putih dan satu buah lauk, bisa telor saja, ikan saja, kadang ada yang pakai tahu saja.

Itulah realita yang ada di negara ini. Kadang terdengar kalau harga di berbagai tempat makan fastfood adalah murah, bagi kaum yang lain itu sangat mahal. Ketika kita merapikan tata kota dengan merelokasi dan melarang tempat jualan yang tidak resmi, namun ada kaum-kaum yang daya belinya sangat rendah sehingga jika penjual harus menyewa tempat, harga makanannya tidak akan terjangkau.

Banyak sekali PR yang harus diselesaikan…

Muslim itu ajaib

Leave a comment

Seorang muslim adalah ajaib. Ada dua sikap yang selalu dipegangnya dalam menghadapi setiap peristiwa yang dihadapi, ketika mendapatkan kenikmatan dia bersyukur, ketika mendapatkan kesusahan dia bersabar. Dengan dua sikap tersebut, seorang muslim ‘ora gumunan‘, sebuah istilah dalam bahasa jawa untuk menggambarkan suatu sikap yang lempeng, tidak mudah terpengaruh dengan peristiwa yang dihadapi.

Tausiyah ini menjadi hadiah di pagi ini untukku, ketika pagi ini mendapatkan seorang peristiwa yang tidak terlalu menggembirakan. Perusahaanku memenangkan sebuah tender di pemerintahan. Awalnya proses tender berjalan normal, sesuai dengan idealisme yang kami bawa. Kami pun menang dengan tanpa koneksi seorang pun ‘orang dalam’ di tempat tender. Kontrak pun ditanda tangani, laporan awal sudah dikirimkan. Hingga akhirnya panitia menghubungi kalau ada perubahan kontrak (aneh ya, padahal pemerintahan kontrak bisa ada perubahan nilai secara sepihak, dengan scope pekerjaan yang sama). User yang seharusnya menjadi kontak person kami untuk mengkomunikasikan progress pekerjaan hingga saat ini pun tidak bisa dihubungi, email tidak pernah dibalas sedangkan telepon tidak pernah diangkat. Hingga saat ini pun dimana seharusnya hari ini ada pertemuan dengan untuk menyelesaikan kontrak yang telah diubah dibatalkan secara sepihak di menit-menit terakhir keberangkatan ke Jakarta.

Kesal, kecewa dan marah campur aduk. Awalnya bahagia, proyek pemerintah pertama yang kami menangkan secara langsung dan bersih kemudian mulai berubah menjadi seperti yang cerita-cerita sebelumnya, proyek pemerintah selalu penuh dengan intrik, problem dan sebagainya.

Alhamdulillah tausiyah pagi ini mendinginkan otakku. Ya, apapun yang terjadi harus tetap aku hadapi dengan bijak dan cerdas. Mungkin panitia memang sedang mengurusi proyek atau kegiatan yang lebih penting dibandingkan proyek kecil yang didapatkan perusahaanku. Proyek ini akan tetap berjalan dengan baik. Idealisme untuk membangun negeri ini dengan memberikan solusi IT sebaik mungkin yang perusahaanku bisa berikan akan tetap bertahan.

Aku bersyukur dengan segala nikmat yang telah diterima selama ini, aku bersabar dengan segala kesulitan yang aku hadapi dengan terus berupaya dan berusaha menyelesaikan segala masalah dan tantangan.

* Muslimah itu memang ajaib, menjadi penyejuk bagi suami yang memandangnya, menjadi penyemangat dikala gundah.

Aku bangga…

4 Comments

Baru abis pulang dari acara sharing-sharin I2TB, mas kemal dari better-b jadi salah satu yang sharing. Sangat inspirasional.

Hal yang aku suka cerita dia tentang kegilaannya, huehue ‘IP saya 2.34, sampai sekarang masih jadi nomor 5 dari bawah, tapi saya bangga akan hal itu. Saya bisa hire pegawai dengan IP 3.8, 3.4 dsb…..’

Bangga dengan kegilaan? Mungkin aku salah satu orang dengan tipe kayak gitu. Hidup terlalu singkat untuk dilewatkan dengan hal yang biasa-biasa saja.

Older Entries