NoSQL merupakan teknologi baru di bidang basis data dimana jika di basis data relasional data disimpan dalam tabel yang memiliki struktur tertentu (kolom dan tipe data), di sini data disimpan dalam struktur yang lebih bebas. Contoh sederhananya misalkan ingin menyimpan data Orang, di basis data relasional pertama yang harus dilakukan adalah membuat table orang dimana ada kolom nama, alamat, dan tanggal lahir. Ketika suatu saat perlu data baru misalkan orang perlu menyimpan data status pernikahan, maka tabelnya ditambahkan kolom baru yaitu kolom status pernikahan.

Di NoSQL tidak perlu membuat table terlebih dahulu, bisa saja dimasukkan bahwa orang disebutkan punya nama, alamat dan tanggal lahir. Ketika butuh atribut data baru, langsung saja data yang lama diupdate atau ditambahkan data baru tanpa perlu mengubah terlebih dahulu struktur tabelnya, karena memang di NoSQL tidak mengenal struktur tabel. Keren dong kalau begitu? Tapi tetap saja sekarang masih ada beberapa fungsi yang tersedia di basis data relasional tapi susah dilakukan di NoSQL seperti fungsi aggregasi dan grouping. Jadi akan agak repot ketika aplikasi perlu menampilkan laporan-laporan.

Untuk itu bisa saja diriset tentang hal ini, bagaimana dengan menggunakan NoSQL, pengelolaan data yang dinamis (sesuai dengan karakteristik NoSQL) bisa diterapkan kepada aplikasi-aplikasi yang saat ini menggunakan basis data relational misalkan pengelolaan data karyawan.