Dulu ketika masih kecil, aku sering membayangkan jika suatu saat aku pergi dari rumah. Pergi jauh ke hutan, tinggal di tempat seadanya, makan seadanya. Dan pada kelas 3 SMA aku benar-benar pergi dari rumah. Tinggal di asrama sekolah dengan kompensasi harus membantu membersihkan halaman sekolah, musholla dan menyirami tanaman disana. Makan di kantin 154 dengan biaya 50 ribu rupiah per bulan untuk 3 kali makan. Benar-benar makan seadanya.

Kelas 3 SMA aku menempel di dinding kamarku bahwa aku akan sekolah di teknik informatika ITB, walaupun tidak tahu sebenarnya apa itu teknik informatika. Setiap hari belajar dan berdoa supaya mimpi itu menjadi nyata. Dan hal itu menjadi nyata pada tahun 2004 aku benar-benar diterima di teknik informatika ITB dan akhirnya merantau ke Bandung.

Di tingkat 2 kuliah, karena keranjingan membaca buku-buku tentang nikah akhirnya berkeinginan untuk menikah di waktu kuliah. Di tingkat 2 itu sudah hampir aku menikah dengan gadis pujaan hati, namun sepertinya Allah berkehendak lain. Sedih, menangis, kecewa karena ada mimpi yang tidak menjadi nyata. Hingga tahun terakhir masa kuliah mimpi itu tak kunjung menjadi nyata. Doa menikah ketika kuliah tampak impossible. Tapi Allah memang maha mengabulkan doa, rencana lulus tepat waktu tertunda, dan ijin menikah akhirnya turun juga. Impian menikah ketika kuliah akhirnya terwujud juga.

Kembali ke masa SD/SMP, aku teringat ketika bapakku mendapat tugas belajar/diklat di UGM. Saat itu UGM menjadi universitas yang wow buatku. Saat itu inginku berkuliah di UGM. Namun hal itu berubah ketika aku SMA, ITB menarik perhatianku karena sudah banyak teman yang berkuliah di UGM. Namun kini, bertahun-tahun setelah itu ternyta doa itu juga menjadi nyata, menjadi mahasiswa Magister Manajemen di UGM.

Dulu ketika kuliah hingga awal-awal menikah, aku berkeinginan untuk tidak tinggal di satu kota. Aku ingin berpindah-pindah, seminggu di sana, seminggu di sini, seminggu situ. Dan sekarang aku menjelajah kota Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Tasikmalaya, hanya Probolinggo yang agak jarang hampir setiap bulan.

Sungguh amazing, ketika saya melihat kembali buku sejarah hidup ke masa lalu. Banyak doa-doa yang terucap dan benar-benar menjadi nyata. Dulu merasa ketika impian dan doa tak menjadi nyata, impian itu selamanya tidak akan pernah kembali. Namun setelah menjalani hidup hampir 27 tahun ini, banyak hal-hal yang ketika diingat kembali “Oh ya ini adalah mimpiku waktu dulu…”.