Seorang muslim adalah ajaib. Ada dua sikap yang selalu dipegangnya dalam menghadapi setiap peristiwa yang dihadapi, ketika mendapatkan kenikmatan dia bersyukur, ketika mendapatkan kesusahan dia bersabar. Dengan dua sikap tersebut, seorang muslim ‘ora gumunan‘, sebuah istilah dalam bahasa jawa untuk menggambarkan suatu sikap yang lempeng, tidak mudah terpengaruh dengan peristiwa yang dihadapi.

Tausiyah ini menjadi hadiah di pagi ini untukku, ketika pagi ini mendapatkan seorang peristiwa yang tidak terlalu menggembirakan. Perusahaanku memenangkan sebuah tender di pemerintahan. Awalnya proses tender berjalan normal, sesuai dengan idealisme yang kami bawa. Kami pun menang dengan tanpa koneksi seorang pun ‘orang dalam’ di tempat tender. Kontrak pun ditanda tangani, laporan awal sudah dikirimkan. Hingga akhirnya panitia menghubungi kalau ada perubahan kontrak (aneh ya, padahal pemerintahan kontrak bisa ada perubahan nilai secara sepihak, dengan scope pekerjaan yang sama). User yang seharusnya menjadi kontak person kami untuk mengkomunikasikan progress pekerjaan hingga saat ini pun tidak bisa dihubungi, email tidak pernah dibalas sedangkan telepon tidak pernah diangkat. Hingga saat ini pun dimana seharusnya hari ini ada pertemuan dengan untuk menyelesaikan kontrak yang telah diubah dibatalkan secara sepihak di menit-menit terakhir keberangkatan ke Jakarta.

Kesal, kecewa dan marah campur aduk. Awalnya bahagia, proyek pemerintah pertama yang kami menangkan secara langsung dan bersih kemudian mulai berubah menjadi seperti yang cerita-cerita sebelumnya, proyek pemerintah selalu penuh dengan intrik, problem dan sebagainya.

Alhamdulillah tausiyah pagi ini mendinginkan otakku. Ya, apapun yang terjadi harus tetap aku hadapi dengan bijak dan cerdas. Mungkin panitia memang sedang mengurusi proyek atau kegiatan yang lebih penting dibandingkan proyek kecil yang didapatkan perusahaanku. Proyek ini akan tetap berjalan dengan baik. Idealisme untuk membangun negeri ini dengan memberikan solusi IT sebaik mungkin yang perusahaanku bisa berikan akan tetap bertahan.

Aku bersyukur dengan segala nikmat yang telah diterima selama ini, aku bersabar dengan segala kesulitan yang aku hadapi dengan terus berupaya dan berusaha menyelesaikan segala masalah dan tantangan.

* Muslimah itu memang ajaib, menjadi penyejuk bagi suami yang memandangnya, menjadi penyemangat dikala gundah.