Sering timbul pertanyaan bagaimana open source bisa dibisniskan, hal ini terjadi menurut saya karena salah kaprah dan kurang pahamnya tentang open source. Selain itu adalah karena di Indonesia pada umumnya adalah pengguna perangkat lunak, sedikit sekali yang ikut serta menjadi pengembang perangkat lunak. Hal ini menyebabkan persepsi yang tumbuh adalah perangkat lunak tinggal install dan pakai, selesai. Jika ada masalah maka dibilang perangkat lunak tersebut tidak berkualitas. Perangkat lunak yang bagus adalah perangkat lunak yang bisa memenuhi semua kebutuhan dan tanpa kesalahan alias sempurna. Benarkah?

Kelebihan dari open source software adalah penyertaan source code sebuah program selain programnya itu sendiri. Efeknya adalah ketika ada kekurangan dari perangkat lunak yang dipakai, perangkat lunak tersebut bisa dimodifikasi tanpa perlu membangun ulang dari awal. Tentu saja ada syarat di sini bahwa pengguna tersebut bisa memodifikasi source code dan membangun ulang perangkat lunak tersebut, jika tidak tentu hal ini tidak berguna.Ada peluang di sini bagi pihak-pihak yang bisa memodifikasi perangkat lunak open source dengan membantu pihak-pihak yang tidak bisa memodifikasi sendiri open source software. Ini adalah peluang pertama.

Peluang kedua adalah dengan menjadi support dari open source software. Berbeda dengan perangkat lunak berlisensi berbayar yang sering dikenal seperti microsoft, macintosh dan sebagainya yang memberikan jaminan jika ada masalah dengan perangkat lunak, klien bisa komplain dan minta support. Ada banyak perangkat lunak open source yang menyediakan hal seperti ini misalnya redhat dan suse. Perangkat lunak yang mereka jual adalah open source, klien bisa membeli support dengan fasilitas jaminan layanan ketika terjadi masalah. Namun untungnya tidak semua open source software menyediakan layanan support seperti itu, tentulah ini menjadi peluang. Tidak salah seseorang atau sebuah perusahaan menjual support perangkat lunak open source selama tidak mengklaim bahwa perangkat lunak tersebut adalah buatannya padahal merupakan perangkat lunak open source.

Peluang ketika adalah menjadi distributor open source. Distributor berarti mengirimkan perangkat lunak dari produsen hingga ke konsumen. Prosesnya bisa dimulai dengan mengirimkan perangkat lunak open source (berupa CD atau USB atau lainnya), hingga proses implementasinya.

Peluang yang lain malah bisa ada dengan menjadi pengguna open source itu sendiri. Bagaimana bisa? Ada banyak perangkat lunak open source seperti toko online, perangkat lunak akuntansi, aplikasi perkantoran dan sebagainya. Dengan menggunakan open source, bisa terjadi penurunan cost terhadap instansi atau perusahaan. Hal ini sama khan dengan berbisnis? Tujuan berbisnis adalah mendapatkan keuntungan material, bisa dengan mendapatkan uang pemasukan atau menghemat pengeluaran.

Banyak peluang…