Beberapa waktu lalu membaca beberapa berita terkait dengan krisis ekonomi global yang terjadi saat ini. Salah satu ancaman dari krisis tersebut adalah PHK. Ada berita yang mengatakan ribuan pegawai dan buruh terancam di-PHK atau minimal dirumahkan. Sangat menyedihkan karena PHK berarti terputusnya penghasilan yang digunakan untuk membiayai hidup, baik dirinya sendiri atau orang-orang yang menjadi tanggungannya misalnya istri, anak dan orang tua (jika orang tua sudah lanjut usia).

Lalu apa solusinya? Apakah semua orang cukup berdiam diri meratapi nasib karena terlahir untuk mengalami hal ini?

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah jangan ikut dalam perburuan pencarian pekerjaan. Lalu apa yang harus dilakukan jika tidak ikut mencari pekerjaan? Apakah sang terpilih harus rela memperkencang ikat pinggang?

Tidak perlu sedramatis itu. Minimal cukup buat lapangan pekerjaan untuk dirinya sendiri. Dengan membuat lapangan pekerjaan sendiri berarti mengurangi demand lapangan pekerjaan yang berarti juga ada satu lapangan pekerjaan tersedia buat orang lain. Jika mampu lapangan pekerjaan itu meluas sehingga bisa mempekerjakan orang lain.

Seperti itu teori yang mudah bagi sang terpilih, namun cukup sulit untuk mempraktekkannya. Sungguh sulit menahan diri untuk tidak menerima tawaran yang enak, gaji jelas dan lingkungan kerja yang sudah ‘jadi’. Tapi kalau tidak ada sang terpilih, bagaimana nasib orang-orang yang tidak terpilih?

Sebuah renungan di sebuah persimpangan jalan…