Menjalani sebuah fase kehidupan yang menegangkan, melawan arus. Setelah keputusan untuk menikah sebelum lulus, mengejar deadline lulus, sekarang aku melepaskan kesempatan pergi ke Singapura untuk bekerja di salah satu perusahaan besar di dunia. Aku memilih untuk mendirikan perusahaanku sendiri bersama sahabat-sahabatku. Aku memilih untuk tidak mendapat gaji dan berharap, berdoa dan berusaha untuk bisa menggaji.

Aku mengalami sebuah fase kehidupan yang mirip dengan ikan salmon. Ikan salmon bergerak melawan arus ke arah hulu untuk berkembang biak. Ada dua kemungkinan bagi dia, sukses berarti dia bisa berkembang biak, gagal berarti dia terbawa arus ke hilir. Tidak mudah bagi seekor ikan salmon mencapai hulu tempat mimpi dan kehidupannya bisa berjanjut.

Saat ini dibilang entrepeneur mungkin belum sih, karena definisi entrepeneur yang pernah aku dapat waktu kuliah adalah seorang bussiness owner, sedangkan untuk saat ini masih menjadi seorang profesional. Segala sesuatu dikerjakan sendiri, mulai dari beli papan, ngecat papan, ngepel lantai, narik kabel, instal komputer dan sebagainya. Kapan ya jadi bussiness owner? Minimal jadi direktur lah ga perlu kerja rodi.

Kesan saat ini, start up sebuah perusahaan baru tidak enak. Capek!!!, tapi alhamdulillah cuman capek fisik. Secara psikologis senang sekali, hunting komputer bekas, tawar menawar, mengurus ini itu dan sebagainya. Pernah membaca sebuah kata-kata motivasi, jadilah emas atau tidak sama sekali. Raihlah mimpi-mimpi indah itu dengan kerja keras dan doa. Ya Allah bantulah hambamu ini.

NB: ada yang butuh IT Services? Ada yang butuh open source commercial support di Indonesia? Hubungi Javan IT Services ya …😛 hehee iklan iklan😀