Dulu sempat pernah berniat untuk mengoprek lebih lanjut tentang salah satu teknologi yang dikembangkan oleh Java yaitu Java Webstart. Hanya membaca sekilas tentang konsep java web start dimana java web start ini merupakan suatu metode untuk menjalankan aplikasi yang disimpan di server melalui sebuah aksi ‘klik’ pada sebuah website. Aksi klik itu kemudian akan mendownload aplikasi yang ada di server, kemudian dijalankan dengan menggunakan resource lokal.

Inti dari Java Web Start ini bisa dikatakan adalah file JNLP. File ini mendeskripsikan aplikasi kita yang bisa dijalankan oleh user. File ini juga mendeskripsikan file-file terkait seperti library dan lain-lain yang dibutuhkan agar aplikasi bisa berjalan.

Untuk mengembangkan java web start aplication, cukup dengan membuat aplikasi desktop atau aplet seperti biasa. Aplikasi tersebut kemudian di-build sehingga terbentuk jar filenya. Jar file tersebut disimpan di server (web). Selanjutnya membuat JNLP file. File ini berisi letak file aplikasi (jar) dan deskrpsi pendukungnya. Untuk web server glasfish (saya mencobanya di glasfish) langsung bisa berjalan. Untuk web server butuh konfigurasi agar file JNLP tidak dikenali sebagai file teks biasa.

Syarat agar aplikasi bisa dijalankan tentu saja komputer client harus mempunyai JRE terinstall dan support web start aplication.

Berkut adalah keuntungan Java Web Start yang kudapat dari overview di SUN

  • Easy installation. Users can install a new application by simply clicking a link on a web page.
  • Platform independence. With Java Web Start, you can place a single Java application on a web server for  deployment to a wide variety of platforms, including Windows 98/NT/2000/ME/XP, Linux, and Solaris .
  • Java Runtime Environment management. Java Web Start supports multiple, simultaneous versions of the Java 2  Standard Edition platform. Specific applications can request specific Java versions without conflicting with the  different needs of other applications. Java Web Start automatically downloads and installs the correct version  of the Java platform, as necessary, based on the application’s needs and the user’s environment.
  • Desktop integration. Users can access any Java Web Start application, including those that rely on the network,  just as they can any native application, right from their familiar desktops.
  • Application updates. You can update an application for all users simply by providing an updated JAR file on the Web server. On each user’s computer, Java Web Start checks the Web server for updates when the  application runs.
  • Familiar Java development requirements. You develop applications you intend to deploy with Java Web Start just as you would any Java application, with a few familiar packaging requirements. Updating a legacy  application to be deployed through Java Web Start is, in most cases, a simple process.
  • Security. Java Web Start takes advantage of the inherent security of the Java platform. Application users can  be confident that a Java Web Start application is restricted to a sandbox and cannot corrupt their systems.  If you have provided for additional functionality and signed the application’s JAR files, users decide if they  trust the application’s source and, if so, allow it to run. Nothing can happen behind the scenes without the  user’s awareness and approval.
  • Performance. Applications launched with Java Web Start are cached locally, for improved performance.

Advertisements