Bekerja untuk mencari uang, lalu ada keinginan agar yang uang yang bekerja. Agar segala keinginan dan mimpi bisa tercapai. Lalu setelah tercapai?

Banyak orang yang mencari kerja berdasar seberapa besar yang akan didapat dari pekerjaan itu. Gaji bulanan, fasilitas kendaraan, fasilitas rumah hingga nama besar yang akan disandang. Lalu setelah itu didapat mau apa?

Banyak orang yang kelebihan uang, sampai tidak tahu lagi untuk apa uang itu, untuk jalan-jalan, belanja, keliling dunia, beramal, bahkan ada yang menggunakan untuk narkoba. Bingung khan uang didapat namun tidak tahu untuk apa?

Diskusi itu menarik perhatianku ketika sharing dengan seorang kakak tentunya tentang uang. Cerita tentang suatu keadaan dalam dunia kerja ketika uang tidak lagi menjadi tolak ukur utama. Ketika uang sudah tidak menjadi masalah dalam kehidupan. Namun sudah menjadi kodrat manusia untuk selalu kurang dan kurang sehingga ketika ada tawaran yang lebih, selalu terjadi kebimbangan.Oleh karena itu mungkin Tuhan sampai mengingatkan manusia agar tidak terlena oleh harta, tahta dan wanita.

Harta, tahta dan wanita tiga benda yang melenakan dan selalu ingin dikejar. Tidak oleh semua orang, namun sebagian orang sering terlena dan tergelincir hingga terpeleset dan jatuh karenanya.

Ketika uang tak lagi menjadi masalah, satu hal menjadi masalah. Visi dan Misi kehidupan yang ingin dijalani… Untuk apa hidup? Bagaimana cara hidup? Untuk siapa hidup? Hingga mungkin satu pertanyaan kenapa hidup dan kenapa harus hidup…