Ada banyak kata yang tersedia untuk merangkai kalimat. Lihat saja mana ada kamus yang tipis, kebanyakan tebal kecuali kamus murahan yang disediakan untuk anak-anak sekolah tingkat dasar atau pertama. Ada banyak kata yang memiliki makna sama, bertentangan, dan sebagainya sebagaimana pernah dipelajari di sekolah.

Diantara banyak kata-kata banyak yang tidak bermakna. Dimana kata-kata itu tidak memiliki arti baik untuk penulis maupun sang pembaca, kata-kata itu hanya menjadi sebuah kata-kata yang membuat kertas agar tidak kosong. Seringkali aku membaca tulisan yang tentunya merupakan rangkaian kata-kata dimana setelah aku membacanya aku merasa tidak tahu apa yang aku baca. Aku merasa kosong tak berisi dengan kata-kata yang ada di dalamnya.

Namun kebalikannya ada beberapa kata yang penuh makna. Hanya kata namun berarti lebih dari beribu-ribu kalimat yang tersusun oleh kata. Ada satu kata penuh makna… “maukah?“…