Teringat salah satu pasal UUD 45, terus untuk memastikannya aku googling😀 dapet juga akhirnya😀

Pasal 34
Fakir miskin dan anak-anakyang terlantar dipelihara oleh negara.

Dulu pas masih SD atau SMP aku cuman menghafal pasal tersebut (kalo ga hafal… dapet jelek pas ulangan hehehe dulu khan nilai oriented). Kemarin, sepanjang perjalanan pulang, menemui kedua orang tua yang sudah kangen ma aku (ya udah dibalik bacanya gpp :p ) sekalian menyembuhkan sakit berat untuk pertama kalinya dalam hidupku (serius diinfus itu ga enak ditambah mengharap sms dari seseorang ga dapat-dapat malah dapat dari seseorang yang tidak diduga huehue).., entah kenapa pikiranku mempertanyakan realisasi dari UUD tersebut. Karena sepanjang perjalanan pulang, ketika memasuki wilayah jawa timur banyak sekali pedagang asongan, pengamen jalananan (1 bus dari surabaya ke probolinggo yang hanya 3 jam ada sekitar 6 orang pengamen yang naik ke bus tersebut. Belum lagi berapa puluh pedagang asongan dan beberapa peminta sumbangan).

Sesampai di rumah, seperti biasa diskusi dan ngobrol dengan bapak dan ibu. Salah satu topik yang sempat dibahas (selain topik utama tentang kapan nikah hahahaha) adalah kesulitan ekonomi. Bagaimana para tukang becak di depan rumahku mengeluh dengan pendapatannya yang pas-pasan karena sekarang orang jarang bepergian, kalaupun bepergian lebih suka naik motor yang dengan uang muka murah dan cicilan bulanan murah bisa membawa pulang motor. Dengan motor itu secara langsung mengurangi pendapatan para tukang angkot (dulu pas aku masih sekolah tiap angkot selalu ada sopir dan kernet, sekarang cuman ada sopir, berarti ada pengurangan lapangan pekerjaan juga).

Wew, sedih deh kemudian mikir-mikir kira-kira kalau mau membuka lapangan pekerjaan apa yang cocok di sana, secara ya daerahnya seperti itu. Tapi ada kabar gembira😀 sekarang pelabuhan di Probolinggo selesai dibangun. Sudah ada fery yang mengangkut penumpang dari Probolinggo – Madura dan kapal ikan diwajibkan berlabuh di sini, tidak lagi di pelabuhan tanjung perak (ga tau wajib atau sunnah). Pas baca radar bromo diberitakan ada kapal ikan bermuatan sampai 7 ton yang baru berburu di laut arafuru menurunkan muatannya disana. Aku dapat membayangkan bagaimana akan tersedia banyak lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan adanya pelabuhan tersebut.

Sempat bercanda dengan ortu kalau suatu hari nanti aku ingin jadi bupati disana😀 , ga terlalu susah khan jadi bupati sekarang, katanya tinggal jadi pengusaha terus deketin partai, bisa deh jadi bupati huehue… pikiran simple banget hahaha… tapi denger-denger kalau kampanye bupati yang barusan sampai ada calon yang menghabiskan dana sekitar 7 M untuk membiayai kampanyenya, wew uang segitu dapat mana ? Ini buat makan aja susah, buat kawin aja belum cukup huehue…

Kembali ke pasal 34 UUD 45, kira-kira bagaimana ya? Berarti saat ini pemerintah bisa diaanggap melanggar UUD dong? khan banyak anak terlantar dan fakir miskin yang tidak terpelihara (oleh negara)…

Yah, itu satu masalah yang kudu kuhadapi ketika lulus nanti… atau egois aja ya😀 cari uang banyak, bersenang-senang ma keluarga, sesekali infak dan sedekah😀 atau jadi sok heroik? Menjadi pemecah masalah sosial seperti di atas? Arrgghh berat hidup ini, mending jadi anak kecil yang bisa bermanja ria ke orang tua tanpa tahu masalah….

NB: yosh SIM dah turun😀 tinggal mempersiapkan😛