Entah mungkin nasibku yang buruk sehingga bisa terlibat project-project aneh. Aku tidak memilih tapi mungkin aku dipilih hehehe.

Satu project di kampus menjadi contoh kasus nyata pelajaran SIE dimana design suatu sistem (yang diinginkan) terintegrasi namun tidak dilaksanakan koordinasi yang bagus. Jadilah masing-masing sub sistem bekerja sendiri, masing-masing membangun kamar sendiri tanpa sering menengok apa yang dikerjakan temannya. Di sini juga terjadi dimana kontrak yang disepakati (dikasih materai lagi tapi ga tau materai itu efeknya apa sih buat surat perjanjian? ditanyakan juga oleh salah seorang temanku. Bukannya malah pemborosan?) tidak berlaku. Aku dikontrak untuk bekerja dari Maret 2007 hingga Maret 2008 dengan imbalan gaji tertentu. Namun entah siapa yang salah, aku tidak pernah bekerja dan tidak pernah menerima gaji. Aku tidak bekerja karena memang tidak ada instruksi pekerjaan apa yang harus aku lakukan dari tim di atasku. Entah gaji itu harus aku tuntut apa tidak, yang pasti kalau sampe menerima gaji itu gaji buta dong namanya. Ya semoga aja, project yang membawa nama besar kampusku ini tidak memalukan hasilnya walaupun secara sekilas pengerjaan project ini amburadul menurutku, masalah koordinasi utamanya.

Project kedua adalah pengerjaan sebuah website di salah satu perusahaan di Jakarta. Entah kenapa timku yang kali ini bermasalah. Aku telah menisbahkan diri menjadi ‘kacung’ di tim tersebut dengan menjadi ‘pekerja kasarnya’ tapi entah kenapa ‘tim manajemennya’ kacrut bikin ribut. Tidak bisa negoisasi dengan client sehingga project terancam dihentikan di tengah jalan. Padahal hitungan bukan lagi tahun, bulan atau minggu, melainkan hari. Aku heran dengan keinginan tim manajemen, apa sih yang mereka kejar? Pada saat awal waktu mengajakku adalah mengejar target project berikutnya. Namun pada akhirnya lebih mementingkan sifat egois personalnya yang sok idealis dengan design dan teori kuprut lainnya yang didapat di kuliah di jurusan bapuk di kampus kacrut ini huehue (jadi tukang hujat gini, cuman aku kecewa dengan kalian guys, kalian lebih senior dari aku namun masalah kayak ginian akhirnya diserahin ke anak ingusan kayak aku).

Pada akhirnya aku menyadari project dengan rasa kekeluargaan dan pertemanan lebih menyenangkan dibandingkan dengan project yang mengejar materi dan popularitas. Ihiks maaf bang, kemarin aku lebih memilih materi dibandingkan dengan kepercayaan abang kepadaku.

Pelajaran bagiku, ketika menerima project kudu jelas term of reference, scope pekerjaan dan kontrak. Yup masalah kontrak ini menjadi masalah yang berujung keributan. Harus jelas baik hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat di project tersebut.

NB: Kangen jadi anak kecil ingusan yang hanya bisa berteriak sambil menangis ketika menghadapi masalah, tidak seperti sekarang yang harus menemukan solusi dari setiap masalah yang kuhadapi atau aku mati huehue…

NB2: Puas aku menghujat mereka hahaha….

NB3: Memutuskan untuk lebih fokus untuk bisa lulus dari kampus ini secepatnya, semoga target Juli 2008 sudah menjadi alumni kampus ini tercapai, dan mempersiapkan diri dengan segala senjata dan perbekalan untuk menghadapi hidup yang ganas, keras dan kejam di luar sana.