Semua orang berubah, termasuk anda, aku, kita, kamu, apapun lah itu. Tapi apa efek dari perubahan itu? Sebuah retorika yang susah menjawab. Terkadang sebuah perubahan itu jelek saat ini namun tidak suatu saat nanti, dan sebaliknya. Bagaimana dulu Copernicus yang dimusuhi pihak gereja karena mengeluarkan teori yang berbeda, sedangkan Newton justru dipuji-puji. Padahal keduanya sama, sama-sama agent perubahan, namun berbeda masa, kondisi dan suasana…

Tertarik dengan pembahasan dengan seorang kawan tentang seorang kawanku yang lain. Kawanku yang lain itu berubah. Ya aku merasakan perubahan yang amat sangat. Semenjak aku mengenalnya sejak masih pertama kali kuliah di kampus ini. Namun sekarang, seakan-akan dia adalah seorang manusia yang lain. Teringat pula akan diriku. Ya… aku juga berubah. Berubah tidak sama seperti dulu. Ada yang perubahan yang baik, namun banyak sekali yang buruk😦. Terkadang merasa sangat heran, menyesal dan gelisah kenapa bisa berubah seperti ini. Namun itulah akibat dari perubahan.

Threre are no affects without causes

Aku yang ga jelas bisa juga membuat kata-kata tersebut. Tidak ada perubahan tanpa sebab. Ya apa penyebab perubahan itu… Hanya yang bisa beradaptasilah yang akan bisa bertahan, bukan yang kuat, ini adalah teori darwin tentang revolusi. Tantangan selama hampir 4 tahun berkuliah di kampus ini, banyak sekali hambatan, tantangan, godaan disamping peluang dan kesempatan yang datang silih berganti. Disanalah kemampuan adaptasi ini diuji.

Kawan, aku tidak mau bilang saat ini kau salah, aku mau bilang kamu tahu apa yang terbaik untuk dirimu. Engkau yang lebih mengenal dirimu dibanding dengan yang lain.

“Orang yang lebih baik dari hari kemarin adalah orang yang beruntung, orang yang sama dengan hari kemarin adalah orang yang merugi, orang yang lebih buruk dari hari kemarin adalah orang yang merugi”