Padi – Terluka

Langit masih terbalut mendung hitam
Masihku cemas bila saatnya datang
Badai… angin… topan menghempas
Segalanya… kapankah berakhir

Lumpur merendam
Pilunya belumlah sirna
Jika mentari panasnya tak lagi menyengat…
Apakah ini adalah….akhir dari
Tempatku berpijak

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

(Per)siapkan hati
(Per)siapkan jiwa
Atas segalanya yang bisa terjadi

Gelombang biru menghunjam menyapu bumi
Puing-puing tersisa
Sangat mengiris hati

Bilakah fajar pasti akan bersinar
Dan berpijar lagi menerangi dunia

Kita mungkin terluka
Ataupun bisa mati
Tapi janganlah pernah menyalahkan hidup

(Per)siapkan hati
(Per)siapkan jiwa
Bagi segalanya yang akan bisa terjadi

Itu lirik lagu Padi yang cukup menyentuh. Menyuruh positif menanggapi apa yang terjadi di hidup kita ku. Ya, aku harus memaknai kehidupanku, jangan banyak mengeluh, jangan banyak berpikiran negatif.

‘Seseorang’ sms kepadaku “Itu khan dulu. Rugi hidup kalo cuman diisi dengan marah-marah. Sebaiknya bersyukur, berikthiar agar kehidupan lebih bermakna”. Ok setuju…