Huaam… ngantuk.. ga ada kerjaan… kenapa kemarin dah diberesin kerjaannya ya.. sekarang nganggur deh.. blog walking, nungguin channel , nungguin email, ngidupin php editor tapi ga ngoding, kadang-kadang ngelamun ga jelas. Yah.. daripada nganggur ngetik-ngetik di blog ah.

Beberapa hari ini di tv sedang ada berita tentang demo buruh pabrik sepatu nike. Mereka demo karena nike menghentikan pesanan ke pabrik tempat mereka bekerja, akibatnya mereka terancam tidak bekerja lagi. So? Demo deh. Aneh… ga dikasih pekerjaan kok malah demo.

Kemudian berita tentang kasus mahasiswa IPDN (lagi). Sebuah tragedi terjadi lagi disana. Cuman heran aja, kok bisa ya? Tapi aku tidak mau berburuk sangka, tetap aku berprinsip media (para pencari berita) sering terlalu melebih-lebihkan suatu kejadian. Karena orang-orang yang aku kenal di sana (punya sahabat yang kuliah di sana), mereka baik kok. Ya begitulah, akibat nila setitik rusak susu sebelanga. Aku juga berpikiran misalkan di kampusku sampai terjadi korban akibat ospek jurusan, pastilah media akan memblow up cerita-cerita miring tentang kampusku.

Kemudian akhirnya aku tahu kenapa sepakbola Indonesia susah maju. Aku sempat nonton pertandingan bola antara Indonesia VS Bahrain. Aku sangat kecewa dengan beberapa suporter. Kenapa sih mau nonton bola kok ga mau bayar? Bukannya uang itu nanti akan digunakan untuk mengembangkan sepakbola Indonesia? Aku akhirnya maklum juga dengan pengamanan superketat dari panitia yang menyebalkanku, mau masuk senayan harus melewati pintu yang kecil, mau masuk  stadion harus pake fisik, terus buat apa dong beli tiket. Sempat menghitung aku beli tiket 25 ribu, padahal kalo di luar negeri ga mungkin deh dengan uang 25 ribu bisa masuk stadion. Pantes bisa menggaji pemain bolanya mahal. Kalo Indonesia misal rata-rata harga tiket 50 ribu, dengan jumlah penonton 50 ribu aja berarti cuman dapet 2,5 milyar. Wew, dibagi 22 orang, terus dipotong biaya cetak karcis, perawatan stadion, dll. Kecil khan?

Di awal KP sempat agak suka nonton sinetron, namun akhirnya bosen juga. Bosan dengan adegan-adegan cinta. That’s not real !. Adik-adikku yang jadi pemain sinetron… eh salah ding bukan mereka yang salah, yang mengeksploitasi mereka yang salah, ayolah bangun dari mimpi. Memang harta materi kau dapatkan, namun cuman itu. Benar penghasilanmu jauh lebih besar dari diriku yang cuman jadi seorang ‘pembokat IT’. Tapi… jadikanlah hidupmu lebih berarti. Sudah berapa banyak teman-teman sebayamu yang kau rusak dengan ajaran-ajaranmu itu. Ajaran-ajaran hedonis mungkin… masih kecil kok sudah pacaran.. cemmana.. abangmu ini sampe sekarang aja masih jomblo >_<.

Di TV juga semakin banyak film hantu, berita pembunuhan, kriminal (hampir tiap pagi ada), kenapa kok bukan siaran bermutu yang disiarkan?? Masak sih acara begituan banyak yang nonton?? Aku ga suka soalnya…

Mental harus berubah. Harus memperbaiki sikap dalam menanggapi segala sesuatu. Buat para buruh, enak khan pabriknya ‘ancur’? It’s time for you to be the entrepeneur, merdeka dari perburuhan. Buat para mahasiswa ayo berikan apa yang bisa kita beri untuk bangsa ini. Untuk para penggila bola, jika memang ingin sepakbola kita maju, ayo dukung mereka, minimal kasih sumbangan buat para pemain bola (actually aku tidak setuju jika profesi pemain bola dan artis menjadi mimpi dan cita-cita anak-anak Indonesia. That’s not a big dream!).

NB : kya ngejunk…