Malam minggu kemarin bertepatan dengan peringatan kartini, 21 April, temanku dari Probolinggo, Dedi ulang tahun. Karena anak-anak Probolinggo satu kontrakan, daripada menghabiskan banyak uang untuk membeli makan di luar, kami (Dedi lebih tepatnya) mengadakan makan bareng di kontrakan. Aku yang secara tidak sengaja datang ke kontrakan (niatnya mau mengembalikan dus monitor yang aku pinjam), akhirnya ikut bergabung.

Ketika aku datang, mereka sedang memasak lauk dan nasi. Ada telur bumbu merah, ikan laut goreng (juga pakai bumbu merah), kripik bayam dan dadar jagung goreng. Aku berinisatif untuk membeli minuman dan buah (sekalian merayakan apa yang aku alami pada pagi harinya) plus memang aku ingin berbagi rezeki dengan mereka (^_^ dalam waktu dua hari dapat uang yang lumayan besar).

makan-makan

Setelah adzan isya’, makanan semua telah siap. Langsung aja melakukan ritual pura-pura malu tapi akhirnya juga pada malu-maluin (wkwkwk) tapi itulah senangnya kalau kami kumpul dan makan-makan bareng. Pada ‘beringas’… >_<. Makannya pun tidak semudah yang dibayangkan, bayangkan rumah kontrakan berpenghuni 5 orang tidak mempunyai cukup piring dan gelas. Jadilah aku, mas andri, topan, mas fendi, dedi makan dengan menggunakan kertas makanan dan untuk minum kami menggunakan gelas yang sama secara bergantian ^_^, tapi senang… karena kebersamaan itu sangat jarang dan cukup membuatku terhibur.

foto179.jpg

Setelah acara makan-makan selesai, dilanjutkan dengan nonton bola. Hore… arsenal seri (semakin menjauh dari liverpool). Setelah nonton bola, sekitar jam 21.00, ada satu lagi tamu yang datang (bukan tamu sih), si farid anak teknik geofisika 2003 asal Lumajang (1 jam dari Probolinggo) yang datang khusus untuk berguru matlab untuk pengerjaan TAnya, tapi yang terjadi malah sebaliknya, dia yang nutor aku cara memakai matlab (hehehe lumayan). Setelah beberapa jam, akhirnya kami stack dan tidak tahu mau melakukan apa lagi untuk menyelesaikan masalah farid dengan matlabnya. Sekitar jam 23.50 setelah beberapa anggota G-Pro yang lain tidur, akupun pulang. Sampai di kos, aku masih belum mengantuk akhirnya membaca novel “Ketika Cinta Bertasbih”. Sekitar jam 01.00 aku memutuskan untuk tidur karena takut bangunnya kesiangan.

apapun makanannya

Yup, malam minggu yang menyenangkan bisa berkumpul dengan teman-teman satu daerah. Semoga persahabatan ini tidak akan lekang oleh waktu. ^_^