Sore ini aku dan phatcool ikut rapat persiapan launching ubuntu party di common room. Sebelumnya kami penasaran akan tempat ini, karena ketika membuka websitenya, ada nama-nama dosen ITB dan perguruan tinggi lainnya yang nampang di kepengurusan (walaupun hanya sebatas penasehat). Untuk memuaskan rasa penasaran itu (selain benar-benar ikut berkontribusi dalam acara ini), kami berdua berangkat walaupun hujan rintik-rintik dan aku meninggalkan rapat LPJ HMIF (sorry teman-teman, memang itu tanggung jawabku, tapi jiwaku berada di sana, i want to contribute there).

Ketika sampai di tempat itu, aku agak kaget, kok kecil sekali tempatnya. Di sana juga terdapat banyak anak-anak muda yang kukira adalah para anggota komunitas karena common room adalah tempat para komunitas berkumpul, kalo ga salah ada komunitas jazz, klub baca, tulis dan lain-lain. Jadilah kami berenam rapat (selain aku, phatcoll, diki, andi, fajar, oka dan yudha). Segala hal mengenai persiapan rapat dibahas sampai pukul 18.29. Pada saat sholat maghrib, sempat takut karena ada dua buah anjing di tempat itu (salah satu yang aku tidak suka dari tempat ini, anjing, i hate dog very much). Ketika andi mengajak kami untuk melihat ruang perpustakaan yang katanya digunakan untuk mengembangkan opensource di tempat itu, aku tidak ikut (yang ikut hanya si diki) karena harus melewati anjing (daripada dekat dengan anjing mending aku ga ikutan hehehe).

Setelah sholat maghrib, kami diperbolehkan melihat latihan yang dilakukan oleh grup musik yang main hanya dengan virtual, jadi full digital dan komputer (gile.. masak maen musik tapi ga pake alat musik). Inilah yang aku sebut sebagai dunia lain itu. Dunia yang sama sekali berbeda dengan yang aku jalani hampir setiap hari. Jikalau di labdas IF dan Comlabs,  yang ada adalah para orang-orang internetholic, di sana adalah para pecinta musik digital. Mereka sangat asik dengan permainan mereka (yang aku tidak begitu suka, ajeb-ajeb soalnya).

Sewaktu pulang aku dan phatcool pun berbicara mengenai hal ini. Itulah dunia lain yang ada di Bandung, yang tidak pernah aku lihat sebelumnya selama ini. Wew, ternyata beragam sekali manusia itu ya… ada yang baik, jahat, dan sebagainya. Mengutip hadits:

“Manusia yang paling utama adalah manusia yang paling bermanfaat bagi umat”

Aku ingin menjadi manusia itu, walaupun hanya dengan yang namanya memindahkan duri dari jalan. Hehehe…

Wew, persiapan acara launching Ubuntu di Bandung siap dimulai… let’s show them…