Hanya pikirkan hal positif. Jangan pikirkan hal negatif. Apa yang dipikirkan, itulah yang akan dialami oleh setiap manusia. Oleh karena itu, fokus terhadap apa yang diinginkan, bukan pada apa yang tidak diinginkan. Fokus terhadap apa yang menyenangkan, bukan kepada apa yang tidak menyenangkan. “YOU ARE WHAT YOU THINK”, kamu adalah apa yang kamu pikirkan.

Sebuah nasehat yang seharusnya dilakukan. Di salah satu ayat al-qur’an telah disebutkan (kembali bahwa sebenarnya nasehat untuk menjalani hidup telah ditulis di dalam al-qur’an secara explisit namun aku saja yang ternyata masih kurang mentadabburinya) bahwa ‘Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum hingga kaum itu sendiri yang merubahnya’. Tersirat secara jelas bahwa akulah penentu dari nasibku, apakah bahagia, sedih, kaya, miskin, tampan, jelek dan sebagainya. Apa yang kualami adalah hasil dari buah pikiranku terhadap suatu hal.

Dalam film yang kutonton beberapa waktu lalu, digambarkan bagaimana jika seseorang berpikiran buruk, misal dia berpikiran orang-orang di sekitarnya membencinya, maka itulah yang terjadi. Sebaliknya orang yang berpikiran positif, maka hal positif juga yang akan dia alami. Sebuah paradoks, apa yang terjadi esok hari adalah hasil pemikiran hari ini. Dalam film itu juga dianjurkan untuk menuliskan apa yang diinginkan, kemudian bayangkan bahwa keinginan itu akan terwujud, kemudian kembali imajinasikan keinginan-keinginan yang lain. Semakin kreatif imajinasi seseorang terhadap apa yang terjadi terhadap hidupnya, maka semakin semarak juga apa yang akan terjadi pada hidupnya.

Sebuah hal kecil yang sangat mudah, namun sering kulupakan. Beberapa waktu ini, aku sering memikirkan nasib burukku, kenapa aku mencintai seseorang namun aku belum bisa memilikinya. Hal yang membuatku lumayan bersedih. Aku harus memikirkan ulang pendapat itu. Aku tahu dan yakin bahwa sebenarnya dia juga sedang menunggu. Aku yakin dia juga memikirkan hal yang sama. Aku yakin dia juga ingin. Yang harus aku lakukan adalah berpikir positif, ambil hikmahnya, jangan bersedih.

Dan banyak sekali hal lain yang harus aku ubah, tentang pemikiran terhadap suatu hal. Aku harus mengubah pemikiranku terhadap tugas-tugas kuliah yang sering terpikir bahwa tugas kuliah yang menumpuk, susah, bakalan jadi deadliner lagi dan lain sebagainya. Aku harus berpikir bahwa tugas kuliah itu menyenangkan, akan menambah skillku, bahwa jika aku bisa mengerjakan tugas itu ke depannya akan mempermudahku mengerjakan masalah, aku harus berpikir bahwa timku saat ini adalah tim yang solid dan kompak. Tidak ada lagi pikiran negatif.