What a life…
Tak terasa sudah habis masa-masa untuk berkuliah di kelas, insyaAllah minggu ini adalah minggu terakhir perkuliahan semester 2 2007/2008 dan mungkin juga untukku selama berkuliah di S1. Padahal banyak yang ga jelas, terlalu sering mengabaikan kuliah dan sebagainya.
Dunia nyata… dunia yang keras… dunia yang kejam…
Ihiks bersiap melepas sebuah tameng, status mahasiswa yang selama ini ampuh untuk berlindung dari segala macam tantangan hidup. Aku tidak yakin sudah adakan tameng pengganti yang lebih kuat yang kupersiapkan. Selain melepas tameng aku juga melepas sebuah penghalang, namun kutaktahu mana yang lebih menguntungkan bagiku, tameng yang lepas atau penghalang yang lepas.
Menjadi orang baru yang bebas, terkadang enak namun juga berarti harus siap menghadapi buasnya kehidupan. Wew, sudah saatnya untuk lebih keras lagi berikhtiar dan berdoa demi kehidupan yang lebih baik di dunia dan terlebih di akhirat.
Next to do:
- Memanfaatkan beberapa bulan yang tersisa untuk memperkuat tameng
….
Another story
Kemarin, beberapa hari yang lalu memberikan nasihat kepada teman tentang masalah financial, bagaimana menghargai diri sendiri ketika ada yang bertanya tentang harga diri, tentang kemampuan diri. Pada saat itu seolah aku orang yang mahir tentang masalah ini. Namun beberapa menit yang lalu aku merasa bahwa akulah yang pantas untuk mendapat nasihat itu. Entah kenapa berbicara teori lebih mudah daripada memraktekkan ilmu yang sudah dipunyai…
Ah…
What a life…
I just can imagine what i want to get in my life
Without a sure result…
Just an ordinary life
But sometimes it become a strange life
I don’t know…
….
….
….
At least i’ve said, whatever your answer is…
Lirik : Taufiq Ismail
Lagu : ChrisyeAkan datang hari mulut dikunci
kata tak ada lagi
akan tiba masa tak ada suara
dari mulut kitaBerkata tangan kita
tentang apa yang dilakukannya
berkata kaki kita
ke mana saja dia melangkahnya
tidak tahu kita bila harinya
tanggung jawab tibaRabbana
tangan kami
kaki kami
mulut kami
mata hati kami
luruskanlah
kukuhkanlah
di jalan cahaya…. sempurnaMohon karunia
kepada kami
hambaMu yang hina1997
Berbeda dengan yang sebelumnya, ini sebuah karya dari Taufik Ismail. Ga tau apa maknanya
silahkan dicerna… Namun selalu ingatlah jikalau masa itu khan tiba.
Ada banyak kata yang tersedia untuk merangkai kalimat. Lihat saja mana ada kamus yang tipis, kebanyakan tebal kecuali kamus murahan yang disediakan untuk anak-anak sekolah tingkat dasar atau pertama. Ada banyak kata yang memiliki makna sama, bertentangan, dan sebagainya sebagaimana pernah dipelajari di sekolah.
Diantara banyak kata-kata banyak yang tidak bermakna. Dimana kata-kata itu tidak memiliki arti baik untuk penulis maupun sang pembaca, kata-kata itu hanya menjadi sebuah kata-kata yang membuat kertas agar tidak kosong. Seringkali aku membaca tulisan yang tentunya merupakan rangkaian kata-kata dimana setelah aku membacanya aku merasa tidak tahu apa yang aku baca. Aku merasa kosong tak berisi dengan kata-kata yang ada di dalamnya.
Namun kebalikannya ada beberapa kata yang penuh makna. Hanya kata namun berarti lebih dari beribu-ribu kalimat yang tersusun oleh kata. Ada satu kata penuh makna… “maukah?“…
Bekerja untuk mencari uang, lalu ada keinginan agar yang uang yang bekerja. Agar segala keinginan dan mimpi bisa tercapai. Lalu setelah tercapai?
Banyak orang yang mencari kerja berdasar seberapa besar yang akan didapat dari pekerjaan itu. Gaji bulanan, fasilitas kendaraan, fasilitas rumah hingga nama besar yang akan disandang. Lalu setelah itu didapat mau apa?
Banyak orang yang kelebihan uang, sampai tidak tahu lagi untuk apa uang itu, untuk jalan-jalan, belanja, keliling dunia, beramal, bahkan ada yang menggunakan untuk narkoba. Bingung khan uang didapat namun tidak tahu untuk apa?
Diskusi itu menarik perhatianku ketika sharing dengan seorang kakak tentunya tentang uang. Cerita tentang suatu keadaan dalam dunia kerja ketika uang tidak lagi menjadi tolak ukur utama. Ketika uang sudah tidak menjadi masalah dalam kehidupan. Namun sudah menjadi kodrat manusia untuk selalu kurang dan kurang sehingga ketika ada tawaran yang lebih, selalu terjadi kebimbangan.Oleh karena itu mungkin Tuhan sampai mengingatkan manusia agar tidak terlena oleh harta, tahta dan wanita.
Harta, tahta dan wanita tiga benda yang melenakan dan selalu ingin dikejar. Tidak oleh semua orang, namun sebagian orang sering terlena dan tergelincir hingga terpeleset dan jatuh karenanya.
Ketika uang tak lagi menjadi masalah, satu hal menjadi masalah. Visi dan Misi kehidupan yang ingin dijalani… Untuk apa hidup? Bagaimana cara hidup? Untuk siapa hidup? Hingga mungkin satu pertanyaan kenapa hidup dan kenapa harus hidup…


