My Life’s Experiences

Install Trac di Ubuntu 9.04

Posted in Ubuntu, open source by inoex135 on July 3, 2009

Barusan install-install di ubuntu 9.04 untuk keperluan internal kantor. Awalnya instalasi dengan langkah super gampang di ubuntu, yaitu:

sudo apt-get install trac

Kemudian melakukan konfigurasi agar bisa diakses via apache (tidak perlu jalanin tracd setiap mau jalanin trac):

  1. Buat direktori /var/lib/trac (boleh tempat lain sebagai direktori project trac kita akan ditaruh)
    sudo mkdir /var/lib/trac
    sudo chown -R www-data:www-data /var/lib/trac
  2. Tambahkan pada virtual host konfigurasi sebagai berikut, aku tetap menggunakan yang default jadinya seperti ini
    sudo vim /etc/apache2/sites-enabled/000-default
    Tambahkan baris pada bagian akhir dari virtual host port 80
    <Location /projects> #set up Trac handling
    SetHandler mod_python
    PythonHandler trac.web.modpython_frontend
    PythonOption TracEnvParentDir /var/lib/trac
    PythonOption TracUriRoot /projects#authentication scheme
    AuthType Basic
    AuthName "Javan IT Services"
    AuthUserFile /var/lib/trac/htpasswd
    Require valid-user
    </Location>
  3. /var/lib/trac/htpasswd merupakan file dimana akan disimpan password user yang boleh login, untuk menambahkan user lakukan perintah:
    sudo htpasswd /var/lib/trac/htpasswd <nama user>
  4. Restart apache dengan perintah:
    sudo /etc/init.d/apache2 restart
  5. Trac nantinya bisa diakses di http://localhost/projects

Itu adalah bagian untuk setup server apache, berikutnya akan membuat project di trac

  1. Masuk ke direktori /var/lib/trac dengan perintah
    cd /var/lib/trac
  2. buat project misalnya hello dengan perintah
    sudo trac-admin hello initenv
  3. Isikan isian yang diminta seperti nama project, alamat repo svn dan sebagainya
  4. Selesai

Dengan dua kegiatan tadi, coba buka http://localhost/projects maka akan tampil proyek-proyek yang sudah dibuatkan tracnya.

Overall sudah enak dipakai namun ternyata ada masalah ketika mau attach file, file tidak bisa diaattach. Setelah googling, ternyata masalahnya di python. Python di ubuntu adalah versi 2.6 dan trac yang ada di repository adalah 0.11, dia tidak kompatibel. Solusinya ada dua, apakah pythonnya di downgrade ke versi 2.5 atau tracnya diupgrade ke versi 0.14. Setelah mencoba meremove python 2.6 tampak banyak aplikasi yang memakai, aku memilih solusi yang kedua.

  1. Hapus trac yang ada dengan perintah
    sudo apt-get purge trac
  2. Install trac baru dengan perintah
    sudo easy_install http://svn.edgewall.org/repos/trac/tags/trac-0.11.4

Selesai, trac telah terinstall saatnya kembali bekerja.

Tagged with: , ,

Bisnis Open Source…

Posted in open source by inoex135 on May 30, 2009

Sering timbul pertanyaan bagaimana open source bisa dibisniskan, hal ini terjadi menurut saya karena salah kaprah dan kurang pahamnya tentang open source. Selain itu adalah karena di Indonesia pada umumnya adalah pengguna perangkat lunak, sedikit sekali yang ikut serta menjadi pengembang perangkat lunak. Hal ini menyebabkan persepsi yang tumbuh adalah perangkat lunak tinggal install dan pakai, selesai. Jika ada masalah maka dibilang perangkat lunak tersebut tidak berkualitas. Perangkat lunak yang bagus adalah perangkat lunak yang bisa memenuhi semua kebutuhan dan tanpa kesalahan alias sempurna. Benarkah?

(more…)

Open Source (tidak selalu) gratis…

Posted in Thoughts, open source by inoex135 on May 30, 2009

Beberapa waktu terakhir ini sering sekali harus bertemu dengan dilema dan salah kaprah tentang open source. Open Source yang mulai booming akhir-akhir ini. Sering timbul pertanyaan tentang biaya yang akan ditimbulkan dengan implementasi perangkat lunak open source. Kebanyakan sering bilang bahwa open source software adalah gratis, padahal tidak benar demikian. Open source tidak selalu gratis.

(more…)

Tagged with:

Setelah Pemilu Legislatif 2009

Posted in Diary by inoex135 on April 13, 2009

Akhirnya selesai sudah pesta rakyat yang katanya indah dan sebagainya. Berbagai iringan karnaval kampanye, seni indah poster dan baliho ditambah dengan puisi berupa janji manis terdengar di mana-mana.

Berikut adalah beberapa masalah yang aku dengarkan selama ini mulai dari persiapan pemilu hingga selesai dan sekarang memasuki masa-masa penghitungan suara.

  • Sebelum pemilu dimulai ada wacana ketakutan akan adanya DPT ganda. Aku termasuk korban wacana ini. Pada awalnya aku ditawari oleh salah seorang ketua TPS di Bandung untuk milih di Bandung karena ada program untuk pindah. Aku setuju untuk pindah ke Bandung, namun ketika wacana ini mencuat kemudahan itu akhirnya dicabut. Terpaksalah aku menjadi golput karena tidak terdaftar di TPS Tasikmalaya, padahal aku punya KK dan KTP, maklum baru punya KTP sana 4 bulanan yang lalu, masih belum dianggap warga kali ya.
  • Sebelum pemilu aku mengikuti diskusi mengenai persiapan IT KPU di salah satu milis. Lucu sih dimana saling buka kartu antar pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Masing-masing beragumen membela diri dan menunjukkan kerja yang telah dilakukan untuk menyukseskan IT Pemilu 2009.
  • Selama masa kampanye ada banyak sekali keributan ketika kampanye, ada ribut antar pendukung dan sebagainya. Belum lagi berapa banyak uang yang dihambur-hamburkan untuk membuat poster dan baliho yang menurutku mubazir.
  • Ketika pemilu banyak yang golput. Entah kenapa ketakutan akan DPT ganda lebih ditakutkan daripada Golput, padahal faktanya sekarang jumlah Golput lebih besar daripada DPT ganda.
  • Setelah pemilu masalah IT sangat menarik perhatianku. Bagaimana dengan IT yang katanya (atau seharusnya) membuat proses lebih cepat, mudah, efisien menjadi sebaliknya. Tidak bisa membayangkan susahnya menggunakan ICR dan kerja double yang harus dilakukan (tulis manual, pakai ICR, cek manual hasil pemindaian oleh ICR). Kenapa tidak menggunakan yang gampang dan pasti? Selain itu banyaknya pertanyaan kemana uang yang dimenangkan oleh para pemenang tender jika toh sekarang sangat lambat proses penghitungannya.

Masih panjang perjuangan negara ini jika ingin menjadi negara yang lebih baik. Silahkan tiap orang berjuang dan melaksanakan perannya masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Hal yang Sering Dilakukan Ketika Bekerja

Posted in Diary, Motivation by inoex135 on April 8, 2009

Sering merasa kalau ketika bekerja aku sering melakukan hal-hal yang tidak berguna. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Melihat status YM, entah berapa kali sekali dalam sehari aku bolak-balik melihat apa status teman di YM. Padahal kebanyakan status yang dipasang adalah curahan isi hati si teman, tidak akan terkait dengan diriku. Memang sih terkadang ada beberapa status penting, namun tidak selalu.
  • Blogwalking, entah kenapa blogwalking ketika bekerja terasa sangat enak. Padahal hal ini sungguh mengganggu produktivitas. Semestinya blogwalking dikerjakan di waktu santai kecuali kalau memang blog yang dikunjungi berkaitan dengan apa yang sedang dikerjakan.
  • Facebook, twitter, plurk dan situs jejaring sosial lainnya, tidak ada penjelasan lebih lanjut dan tidak tahu kenapa mudah sekali kecanduan. Aneh sering sekali mempublikasikan diri sendiri agar orang lain tahu. Memang penyakit narsis dan ingin diperhatikan sudah mewabah dan merajalela.
  • Situs berita, detik.com, kompas.com, okezone.com dan lainnya, padahal kebanyakan beritanya sama, dan kebanyakan diulang. Sebuah berita dibuat menjadi beberapa artikel berita. Mending kalau yang dilihat adalah berita nasional, berita keuangan atau sejenisnya yang berpengaruh besar terhadap diri, kalau yang dibuka detikhot yang jelas-jelas gosip, detiksport yang cuman berisi berita tentang klub olahraga.
  • Googling hal-hal tidak berguna, misalnya masukin nama inceran atau nama pacar ke google sebagai keyword agar tahu dimana si dia aktif di dunia internet.
  • Lihat foto, segala foto dilihat. Kenapa tidak dilakukan nanti saja setelah pekerjaan.

Yah memang seperti itu keadaaan saat ini, banyak hal tidak produktif sering dilakukan ketika bekerja. Kurangi yuk, fokus ke pekerjaan yang harus diselesaikan entah itu proyek, riset, atau sekedar meningkatkan kemampuan diri. Daripada habis untuk hal tidak berguna seperti beberapa yang saya sebutkan diatas.